Pecinta Alam, kamu dimana ?
Di Indonesia, kalo mau menghitung, ada banyak kelompok yang menamakan dirinya "Pecinta Alam". Mulai dari anak sekolah (maksudnya SMU), anak kuliah (yang biasa menyebut diri mereka mapala alias mahasiswa pecinta alam), sampai kelompok masyarakat umum.
Melihat dari nama yang disandang, ada kebanggaan yang muncul di hati. Maksudnya, bahwa ternyata ada banyak kelompok di negeri ini yang mencintai alam. Apa nggak hebat, tuh?
Dalam prakteknya (sebatas yang saya baca, lihat dan dengar) , saya sedikit menemukan beberapa organisasi pecinta alam yang benar-benar mencintai alam. Mereka membuat aksi, membuka wacana dan mengkader anggota dan masyarakat secara umum untuk mencintai alam.
Namun lebih banyak yang menjadikan organisasinya eksklusif, yang membuat aktifitas hanya oleh dan untuk mereka. Sah-sah saja sebenarnya, kan mereka masing-masing punya prioritas kegiatan. Lagian setiap organisasi pasti punya visi dan misi yang bisa berbeda satu sama lain.
Cuma saya membayangkan, gimana kalo organisasi-organisasi ini bergabung, membentuk suatu konsorsium (baca : wadah) dan membuat suatu aktifitas yang tidak susah. Misalnya menanam satu pohon untuk masing-masing anggota. Bila bicara cuma satu pohon apalah artinya, namun bila dikalikan semua anggota, bisa luar biasa tuh. Ini tentu sejalan dengan program negara untuk menanam seratus juta pohon di seluruh indonesia.
Masalahnya, ada nggak yang mau mulai? Takutnya kita hanya bisa ngomong tanpa bisa berbuat. Mudah-mudahan tulisan yang sedikit ini bisa memicu stimulus para pecinta alam untuk mulai berfikir global dengan bertindak lokal. Ada komentar ?


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda