Jumat, 30 Januari 2009

Kenangan di Sekretariat Kompos

Kemarin, pas iseng surfing, masuk ke situs favoritku, situs PMPA Kompos. Rupanya markas kami barusan pindah (lagi). Kayaknya memang harus begitu, namanya juga numpang (he..he..). Pasti beda kalo punya sendiri. Tapi emang boleh ?..

Teringat kembali markas lama, di samping kantin, di sebelah markas thoekoel (waktu itu). kalo gak salah, dulu dibuat jadi 2 lantai. Yang lantai bawah tetap sekretariat, untuk operasional sehari-hari, yang lantai atas untuk gudang alat-alat perang, sekaligus kamar darurat kalo kemalaman meeting.

Dulu ada beberapa personil yang hampir jadi penghuni tetap markas ini. Selain aku, ada Cahyono (masih di Lampung?) dan Mas Gunung (saiki neng ndi mas?). Selain itu ada beberapa kawan yang "agak rutin" nginep di sana, ada Ramto, Johan, Ape, Aseng, dan lain-lain. kapan ya bisa ngumpul dan mengulang masa-masa itu lagi? kayaknya susah deh.

Lewat blog ini, aku pengen melepas kerinduanku pada masa-masa paling menyenangkan, masa-masa di KOMPOS. Salam buat semua anggota dan alumni. Tetap tabah sampai akhir, pantang kerja tak selesai.

Salam Lestari

Label: , , ,

Sabtu, 17 Januari 2009

Pecinta Alam, kamu dimana ?

Di Indonesia, kalo mau menghitung, ada banyak kelompok yang menamakan dirinya "Pecinta Alam". Mulai dari anak sekolah (maksudnya SMU), anak kuliah (yang biasa menyebut diri mereka mapala alias mahasiswa pecinta alam), sampai kelompok masyarakat umum.
Melihat dari nama yang disandang, ada kebanggaan yang muncul di hati. Maksudnya, bahwa ternyata ada banyak kelompok di negeri ini yang mencintai alam. Apa nggak hebat, tuh?
Dalam prakteknya (sebatas yang saya baca, lihat dan dengar) , saya sedikit menemukan beberapa organisasi pecinta alam yang benar-benar mencintai alam. Mereka membuat aksi, membuka wacana dan mengkader anggota dan masyarakat secara umum untuk mencintai alam.
Namun lebih banyak yang menjadikan organisasinya eksklusif, yang membuat aktifitas hanya oleh dan untuk mereka. Sah-sah saja sebenarnya, kan mereka masing-masing punya prioritas kegiatan. Lagian setiap organisasi pasti punya visi dan misi yang bisa berbeda satu sama lain.
Cuma saya membayangkan, gimana kalo organisasi-organisasi ini bergabung, membentuk suatu konsorsium (baca : wadah) dan membuat suatu aktifitas yang tidak susah. Misalnya menanam satu pohon untuk masing-masing anggota. Bila bicara cuma satu pohon apalah artinya, namun bila dikalikan semua anggota, bisa luar biasa tuh. Ini tentu sejalan dengan program negara untuk menanam seratus juta pohon di seluruh indonesia.
Masalahnya, ada nggak yang mau mulai? Takutnya kita hanya bisa ngomong tanpa bisa berbuat. Mudah-mudahan tulisan yang sedikit ini bisa memicu stimulus para pecinta alam untuk mulai berfikir global dengan bertindak lokal. Ada komentar ?

Label: , , , , ,