Rabu, 25 Februari 2009

Legenda Gunung Lawu

Pernah naik gunung lawu? Kalo kamu ada di seputaran Jawa Tengah dan Jawa Timur pasti banyak yang sudah pernah. Ya, gunung Lawu ini memang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tapi tahu gak, ada legenda yang menyelimuti di balik kegagahannya. Berikut saya coba tuliskan legenda seputar gunung lawu dari web tetangga, semoga ada gunanya.

Gunung Lawu bersosok angker dan menyimpan misteri dengan tiga puncak utamanya : Harga Dalem, Harga Dumilah dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa.

Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat moksa Prabu Bhrawijaya Raja Majapahit yg terakhir. Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.

Raja Majapahit terakir Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping V memiliki salah seorang istri yang berasal dari negeri Tiongkok bernama Putri Cempo dan memiliki putera Raden Patah, Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Jinbun Fatah mendirikan Kerajaan Islam di Glagah Wangi (Demak).

Prabu Brawijaya bersemedi dan memperoleh n wisik yang pesannya : sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan yang baru tumbuh serta masuknya agama baru (Islam) memang sudah takdir dan tak bisa terelakkan lagi.

Prabu Brawijaya dengan hanya disertai abdinya yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton naik ke Gunung Lawu. Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang umbul (bayan/ kepala dusun) yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia mukti dan mati mereka tetap bersama Raja.

Sampailah Prabu Brawijaya bersama 3 orang abdi di puncak Hargodalem. Saat itu Prabu Brawijaya sebelum muksa bertitah kepada ke tiga abdinya. Dan mengangkat Dipa Menggala menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib (peri, jin dan sebangsanya) dengan wilayah ke barat hingga wilayah Merapi/Merbabu, ke Timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan mengangkat Wangsa Menggala menjadi patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.

Prabu Brawijaya muksa di Hargo Dalem , sedangkan Sabdo palon muksa di puncak Harga Dumiling. Karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya Sunan Lawu dan Kyai Jalak kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.

Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat selain tiga puncak tersebut yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan /Cakrasurya, dan Pringgodani.

sumber : www.merbabu.com


Label: , ,

Kamis, 19 Februari 2009

Kontak dari Sahabat Lama


Beberapa hari yang lalu (tepatnya tanggal 4 februari 2009), ada sms masuk. Pertama aku pikir sms biasa dari teman kerja.Ternyata sms-nya dari (Kapten) Suramto. Dia adalah salah satu sahabat lamaku yang posisi sekarang sudah di Sulawesi, padahal kabar terakhir aku tahunya dia ada di Kalimantan. Memang Indonesia ternyata kecil, kabar dari Sulawesi bisa sampe ke Jambi dalam hitungan detik. Itulah hebatnya teknologi.

Sebelumnya, aku baca komentar dia di situs kompos, dan di sana aku tambahin komentar menanyakan kabar. Pasti dia nyambung dan sms aku.

Kangen juga sih, dengan beberapa sahabat yang sudah lama tidak ada kontak, seperti Syafe'i, Janjang, Inggil Ateng, Cahyono, dan banyak lagi lainnya. Terakhir aku masih kontak dengan Heri Aseng, katanya dia mau nikah (kabar-kabar ya seng ...). Trus pernah ada telpon dari Ismanto (mantan ketua KOMPOS), sekarang ada di Waru, Sidoarjo. Ada juga dari BS Wardoyo, masih di Jakarta, Bagus yang sudah jadi pengusaha di Bogor dan tidak ketinggalan Agus Purwahyudi alias Ape, pelopor teknologi komputerisasi di Kompos, yang katanya masih di Semarang.

Sayang aku gak punya foto yang bagus untuk ditempel di tulisan ini. Tapi gak apa, toh bukan fotonya yang penting, tapi rasa kebersamaan dan persaudaraan yang jauh lebih penting. Walaupun kita berjauhan secara jarak, namun kita masih tetap dekat di hati. Salam Lestari ...

Label: , , , ,